4 Jenis Pesawat Tanpa Awak

UAV merupakan satu jenis robot penjelajah udara tanpa awak. Lantaran tidak memiliki pilot dan mempunyai awak, UAV wajib  dikendalikan berdasarkan jeda jauh memakai remote control berdasarkan luar tunggangan atau biasa diklaim Remotely Piloted Vehicle (RPV). Selain itu, UAV pula bisa berkiprah secara otomatis menurut acara yg telah ditanamkan dalam sistem komputernya. Untuk mengenali dan membedakan UAV yang ada saat ini, kita dapat mengelompokkan atau mengklasifikasikannya. Sebenarnya ada banyak jenis bundling UAV yang bisa digunakan, seperti bundling berbasis penggunaan, bundling berbasis mesin dan bundling berbasis hal lainnya. Namun, yang paling umum dalam studi ilmiah adalah pengelompokan berdasarkan berat sebuah UAV. Parameter bobot dipilih sebagai parameter pengelompokan karena  banyak karakteristik kinerja UAV yang berhubungan langsung dengan bobot UAV. Misalnya, jumlah gaya angkat dan  dorong yang diperlukan untuk sebuah UAV tergantung pada berat UAV. Selain itu, bobot juga mempengaruhi lebar baling-baling yang digunakan, serta sumber daya yang dapat digunakan. Misalnya, UAV  ringan umumnya akan menggunakan motor listrik sebagai penggerak utamanya, dan UAV yang sangat berat umumnya akan menggunakan motor listrik. Gunakan turbojet atau turbofan. Saat ini ada  UAV yang berkembang  sangat pesat dan digunakan untuk berbagai keperluan. Berikut ini adalah beberapa contoh kemampuan UAV: ​​Melakukan penginderaan  jauh, seperti Pemantauan jaringan listrik,  pemetaan suatu wilayah, menampilkan kondisi geologi suatu wilayah dan pemantauan lahan pertanian, menanggapi bencana yang terjadi, seperti  banjir dan  pemantauan kebakaran hutan. Patroli keamanan di satu tempat, pemantauan kondisi lalu lintas, patroli kondisi pesisir, laut dan perbatasan.Melakukan pekerjaan pencarian dan penyelamatan di daerah yang sulit dijangkau Melakukan perjalanan transportasi, seperti: Mengangkut kargo kecil, kargo besar untuk mengangkut penumpang Jalur komunikasi permanen atau sementara, dan juga untuk menyalurkan siaran seperti siaran TV dan radio. dan pengangkutan kargo, seperti:membawa air untuk memadamkan api atau membawa bahan kimia untuk merawat tanaman. Ambil foto untuk keperluan film dan  hiburan. Untuk mengenali dan membedakan UAV yang ada saat ini, kita dapat mengelompokkan atau mengklasifikasikannya. Sebenarnya ada banyak jenis bundling UAV yang bisa digunakan, seperti: bundling berbasis penggunaan, bundling berbasis mesin dan bundling berbasis barang lainnya. Namun, yang paling umum dalam studi ilmiah adalah pengelompokan berdasarkan berat sebuah UAV.

UAV Super Heavy Global Hawk

UAV super berat adalah sejenis UAV robotik di udara  yang beratnya lebih dari 2000kg. Sebagai contoh, UAV super berat adalah Global Hawk.

UAV Medium

UAV berukuran sedang adalah robot penjelajah udara dengan berat berkisar 50-200 kg. Contoh UAV berukuran sedang adalah Chyper-UAV.

Drone tipe Fixed Wings

Drone sayap tetap menggunakan sayap untuk terbang, drone sayap tetap datang dalam berbagai bentuk dan ukuran tergantung pada penggunaan spesifiknya, drone sayap tetap dapat bertenaga baterai dan  juga menggunakan bahan bakar.

Drone tipe Multirotor

Drone multirotor adalah drone yang menggunakan baling-baling (baling-baling) untuk terbang, drone jenis ini biasa dikenal dengan multicopter atau multirotor, namanya disesuaikan dengan jumlah motor atau baling-baling, drone jenis ini biasanya bertenaga baterai dan paling umum Jenis drone  yang dijual dipasaran, harganya sendiri bervariasi dari ratusan ribu hingga ratusan juta.Mesin mulai dari single helicopter, twin helicopter, tricopter, quadcopter dan lainnya.

Nah itulah 4 Drone atau pesawat tanpa awak, gimana nih? Apakah kalian tertarik untuk masa depan pilot tanpa awak?